Widget HTML Atas

PENGERTIAN DEWASA ADALAH

PENGERTIAN DEWASA ADALAH


Dewasa ? Apa yang kita fikirkan tentang kata itu? Tentang umur? Tentang pikiran yang jelas atau apalah yang semua sudah tertata rapi dan terancang ?

Menurut seorang remaja, itu sebuah kata keramat ? kok bisa begitu? Coba kita ingat kembali kehidupan anak remaja, yang selalu dipenuhi kata-kata cinta yang menjerumus ke kata dewasa, dimana kata ini digunakan saat mereka bertengkar. Mereka membenarkan diri masing-masing dengan dalih kata ‘’kamu belum dewasa”, selanjutnya kita melihat dari sudut pandang lain “ kedewasaan itu pertambahan usia yang di iringi sikap yang mudah beradaptasi dan bisa memilah-milah antara hal yang dibutuhkan atau hal yang di inginkan sesuai situasi dan kondisinya”.

Secara hukum dikatakan dewasa, apabila sudah memiliki KTP, dengan usia minimal 17 tahun dan Anda-Anda sekalian yang belum masuk umur 17++ , Anda masih disebut anak-anak, ingat itu ya!. Tetapi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dewasa yaitu masa dimana seseorang mencapai usia akil baligh. Sedangkan menurut pandangan islam, dewasa yaitu “seseorang yang sudah mengalami mimpi basah bagi laki-laki dan haid untuk perempuan. Jadi dalam pandangan islam semua orang mempunyai waktu  dewasa tersendiri atau dalam bahasa bucinnya “semua ada waktunya“.

Dalam bahasa orang yang pandai memilah buah, dewasa berarti Matang. Tapi dalam artian luas, dewasa berarti matang dalam psikis maupun biologis, sehingga bisa disimpulkan bahwa dewasa tidak harus menunggu tua atau bertambahnya usia.

Lalu apa makna dari kata dewasa? Secara umum dewasa yaitu manakala seseorang bisa membedakan  mana yang baik dan buruk, dan bisa membedakan antara benar maupun  salah. Dalam khasanah ketahuidan islam, seseorang bisa dikatakan dewasa ketika orang tersebut melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan dari Allah SWT.


Untuk dewasa ini lebih condong pada seseorang untuk adaptasi melakukan hal yang baik untuk mengutamakan kepentingan bersama, menghindari keburukan yang ada, dan meminimalisir kesalahan yang ada.

Nah, bisa kita contohkan sikap orang yang dewasa dalam ilustrasi berikut ini :
Kita melihat kehidupan sekitar, orang-orang yang sudah tua masih saja melirik gadis-gadis yang mungkin terbilang sexy, dan satu hal lain misalnya orang-orang yang sudah berumur, masih terlihat perilakunya seperti anak kecil misalnya masih terlihat sering ngambek. Jadi memang umur tak bisa menjadi patokan kedewasaan seseorang. Sebaiknya kita nilai dulu diri sendiri “pantaskah kita menyebut diri kita sudah dewasa?”.

KESIMPULAN

Dalam menuju kedewasaan diperlukan berbagai masa transisi, banyak ilmu, menemui masalah untuk latihan diri ,dan banyak lagi bumbu yang harus kita kuasai agar racikannya pas untuk seorang dewasa yang sejati.

Mungkin bisa dikatakan “dewasa adalah sebuah pilihan”, tidak jarang dari kita yang berumur dan secara fisik dewasa tapi psikologisnya belum dewasa. Bisa saja kita tidak memilih untuk lebih menjadi dewasa. Padahal kita seharusnya membutuhkan kemandirian, prinsip-prinsip hidup serta tidak perlu menggubris komentar seorang yang tidak membangun. Semoga kita seorang yang selalu sadar dan berfikir untuk terus menjadi lebih baik setiap waktunya. Jangan lupa “orang yang rugi adalah mereka yang hari ini tidak lebih baik dari kemarin”.






Berlangganan via Email