Widget HTML Atas

CARA MEMBUAT HAND SANITIZER SESUAI BADAN KESEHATAN DUNIA (WHO)

CARA MEMBUAT HAND SANITIZER SESUAI BADAN KESEHATAN DUNIA (WHO)

inspirasikreatif.com

Hand sanitaizer adalah sebuah media untuk  membersihkan tangan dan dapat mencegah penularan virus. Untuk itu media ini sangat baik untuk digunakan sebagai pencegah penyebaran corona. Tidak jarang dari kita sulit untuk mencari media tersebut untuk pemenuhan kebutuhan dalam menghadapi pandemic saat ini. Selain itu kita harus selalu mencoba mandiri dan kreatif untuk menghasilkan hand sanitaizer sesuai standar untuk mencegah  penularan virus ini.

Dalam hand sanitaizer yang sesuai dengan anjuran pemerintah dan Badan Kesehatan Dunia yaitu menggunakan bahan gliserol dan etanol. Adapun manfaat bahan gliserol untuk menjaga kelembapan kulit, kemudian dicampur dengan hydrogen peroksida yang mampu mengatasi bakteri yang terkontaminasi. Selain menggunakan gliserol, Badan Kesehatan Dunia juga mengajurkan dengan etanol. Dengan bahan yang berasal dari bahan kimia harus memperhatikan takaran yang sesuai prosedur.

Mengacu pada proses pembuatan, hand sanitaizer siap digunakan, setelah pembuatan dalam kurun waktu 72 jam. Untuk itu tidak usah berlama lagi, kita langsung membagi cara pembuatan hand sanitaizer sesuai anjuran Badan Kesehatan Dunia yang terdiri dari :

CARA MEMBUAT HAND SANITIZER SESUAI BADAN KESEHATAN DUNIA (WHO)

1. Bahan yang digunakan pada hand sanitaizer ukuran 10 liter.

A. Jenis  ke 1 dengan bahan :


•  Etanol dengan kadar 96% dengan ukuran sekitar 8.400 ml.
•  Hydrogen peroksida 3% dengan ukuran sekitar 420 ml.
•  Gliserol 96% dengan ukuran sekitar 145 ml.
•  Air suling atau air destilasi atau air matang yang sudah dingin.

B. Jenis ke 2 dengan bahan

•  Isopopil alcohol 98% dengan ukuran sekitar 7.515 ml
•  Hidrogen peroksida 3% dengan ukuran 420 ml
•  Gliserol 96% dengan ukuran sekitar 145 ml
•  Air suling atau air destilasi atau air matang yang sudah dingin.


2. Adapun perlatan yang digunakan

•  Botol plastik ukuran 10 liter dengan sumbat ulir
•  Jerigen plastik yang tembus pandang untuk melihat kekentalan cairan dengan ukuran 50 liter
•  Tanki stainless berkapasitas 90 liter
•  Sodet kayu /plastic/besi sebagai alat pengaduk
.  Tabung pengukur
•  Gelas takar, corong plastik atau besi
•  Botol kaca atau plastic berukuran 500 ml dengan sekrup
•  Alcohol meter, skala suhu di bagian bawah dan kosentrasi etanol dibagian atas

3. Cara memproses menjadi hand sanitaizer :

•  Siapkan botol plastik kecil dengan jumlah yang dibutuhkan untuk menampung 10 liter, dengan tutup sekrup atau berulir.
•  Pilih salah satu jenis takaran sesuai keinginan Anda lalu campur di dalam jerigen.
•  Masukan hydrogen peroksida dalam jerigen
•  Tambahkan gliserol kedalam jerigen, ingat gliserol mempunyai sifat yang kental dan lengket  sehingga untuk membersihkan gliserol dengan air suling yang sudah disiapkan.
•  Tuangkan campuran tadi kedalam jerigen sekitar 10 liter, dan tambahkan 1 liter air suling.
•  Aduk hingga tercampur rata.
•  Yang terakhir, masukan formula yang sudah rata kedalam botol-botol yang sudah disiapkan tadi. Simpan selama 72 jam, selanjutnya hand sanitaizer siap digunakan.

Untuk cara pemrosesan menjadi hand sanitaizer jenis satu dan dua sama, jadi kami hanya memberi 1 cara saja. Ditegaskan oleh badan kesehatan dunia bahwa hand sanitaizer buatan sendiri digunakan dalam kondisi sulit didapatkan atau karena harga  terlalu mahal. Hand sanitaizer juga digunakan sebagai alternatif bila sulit menemukan air dan sabun untuk membersihkan tangan.

EFEK SAMPING HAND SANITIZER

Adapun efek samping penggunaan hand sanitaizer dalam jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada kulit yang berupa kulit kering dan kulit sensitif. Dan yang mengagetkan lagi bisa menyebabkan gangguan fungsi otot kerangka dan jantung manusia.
Tidak hanya itu, didalam hand sanitaizer juga terdapat yang dapat meningkatkan resisten bakteri. Maka dari itu berbijak dalam sesuatu apapun karena berlebihan dan kekurangan tidak baik sehingga kita harus menggunkan sesuai kebutuhan se efisien mungkin agar terhindar dari perilaku mubazir dan dampak efek samping timbulkan.