Widget HTML Atas

5 CARA MENJADI ORANG YANG DEWASA DAN MANDIRI



5 CARA MENJADI ORANG YANG DEWASA DAN MANDIRI


Kedewasaan seseorang bukan diukur dari jumlah usia mereka, umur seseorang bukan patokan untuk mengukur kedewasaan seseorang. Lalu apa saja sih yang menjadi patokan sebuah kedewasaan?
 
Nah jadi kedewasaan seseorang diukur dari tingkah laku serta pemikiran seseorang. Semakin ia berpikir secara terbuka semakin dinilai pula kedewasaannya terhadap seseorang.
Lalu bagaimana sih cara untuk menjadi seorang yang lebih dewasa ?
Yuk simak artikel dibawah ini:

5 CARA MENJADI ORANG YANG DEWASA DAN MANDIRI :

 1.  Kurangi ketergantungan

Kurangi Ketergantungan terhadap orang lain, dalam kamus seseorang yang ingin dewasa ia akan mengurangi ketergantung terhadap orang lain. Dalam segala hal kita harus berusaha semaksimal mungkin dalam menyelesaikan sesuatu secara mandiri, kita boleh meminta bantuan ke orang lain namun jangan meminta bantuan secara berlebihan, karena ini biasanya bersifat berkepanjangan, sehingga Anda terbiasa seolah-olah memanjakan diri Anda.
  
 2. Menyesuaikan kebutuhan prioritas

Jika Anda ingin membeli barang, maka sesuaikan dengan kebutuhan Anda. Terutama untuk Anda yang masih bergantung pada orang tua. Anda harus benar-benar membuat skala prioritas sehingga semua yang  menjadi prioritas dapat tercukupi. Kecuali jika Anda sudah bekerja sehingga mempunyai pendapatan tersendiri.


 3. Bertanggung Jawab atas Tindakannya

Seseorang yang dewasa pasti akan bertanggung jawab terhadap tindakannya sendiri. Mereka tak mungkin kabur ataupun melakukan pelarian terhadap masalah yang dihadapinya. Sehingga jika Anda ingin menjadi orang yang dewasa, maka segera selesaikan masalah yang ada. Cari solusi, perbaiki secara tenang, kalau perlu minta teman Anda untuk membantu dalam memperbaiki masalah Anda.

Coba kita telaah kembali apa sekarang yang terbengkalai dalam tanggung jawab yang tak kunjung selesai dan tidak ada titik terang. Untuk itu, Anda bisa tanggung jawab dengan berbagai kreasi Anda masing-masing. Sedikit demi sedikit, sehingga Anda tidak merasa terbebani oleh rasa tanggung jawab yang dipikul. harus bisa relex dan refersh dalam menghadapi masalah dan selalu membuat hal yang optimis.

4. Dapat  Menerima Kekalahan


Kita disini bicara tentang keyakinan akan hidup yang lebih baik yaitu Anda  harus membenahi apa yang membuat Anda kalah dalam persaingan. Namun Anda harus bersaing secara sehat dalam kebaikan, jangan bersaing dalam tindak kecurangan. Harus mengerti batasan batasan kemampuan Anda dan kondisi yang Anda miliki.

Bila mempunyai kelebihan pasti ada kelemahan, tapi kelemahan bisa kita tutupi dengan kelebihan yang terus berpupuk dan lakukan evaluasi serta latihan yang semakin hari semakin meningkat. Tidak semua kekalahan menghasilkan kesedihan tapi ada kala kekalahan menghasilkan suatu hal yang berharga dan keberhasilan menjadi lebih berarti hidup Anda, sehingga semua yang tahu diri Anda bangga akan hal itu.
  
 5. Belajar dari Kesalahan

Kesalahan adalah hal yang kita lakukan secara tidak sadar. Kesalahan bisa kita minimalisir dengan mengevaluasi diri kita, dengan kata lain kita  berfikir bahwa guru terbaik adalah pengalaman kita, karena pengalaman selalu menunjukan sesuatu hal yang jelas, dimana hal yang salah dan berbagai prespektif kehidupan sehingga kita semakin ingin memperbaiki suatu hal perlu dibenahi, kita bisa memastikan kedepannya menjadi lebih baik dengan adanya kesalahan tersebut.


Berlangganan via Email