Widget HTML Atas

4 CARA MENJADI DEWASA MENURUT ISLAM DENGAN POLA PIKIR YANG LUAS

4 CARA MENJADI DEWASA MENURUT ISLAM DENGAN POLA PIKIR YANG LUAS


Menjadi pribadi yang lebih dewasa merupakan keinginan setiap orang. Orang yang lebih dewasa pastinya akan lebih dihormati antara satu sama lain. Namun benarkah jika ingin menjadi pribadi yang lebih dewasa itu sangat sulit?

Mari simak artikel dibawah ini agar kalian lebih mengerti bagaimana cara agar menjadi pribadi islami yang lebih dewasa serta dengan pola pikir yAang luas.

4 CARA MENJADI DEWASA MENURUT ISLAM DENGAN POLA PIKIR YANG LUAS

1. Taat dalam Menjalankan Kewajiban serta Menjauhi Larangannya

Orang dewasa atau akil baligh seharusnya sudah tau mana yang merupakan kewajiban dan mana yang merupakan suatu larangan.
Ia juga pastinya harus bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
Orang yang dewasa mengerti akan batasan-batasan yang seharusnya mereka jalani, hal ini berkaitan dengan kewajiban dan larangannya. Apabila kita masih terasa sulit untuk menjalankan kewajiban dan menjauhi larangannya, dapat kita lakukan secara perlahan namun istiqomah, sehingga suatu saat nanti akan menjadi sebuah kebiasaan.

2. Berbakti Kepada Kedua Orang Tua

Berbakti kepada orang tua, mengapa kita ambil ini ? “birul walidain adalah sebuah cara kita mengamati gerak-gerik orang dewasa, terutama orang tua kita, dan sangat erat sekali dengan hubungan sebab akibat, sebagai contoh : seseorang yang masa kecilnya tidak berbakti kepada orang tuanya, disaat mereka tua, rata-rata akan diperlakukan oleh anaknya semena-mena. Dengan berbakti kepada orang tua, kita akan di arahkan menuju hal-hal yang positif dan sangat berguna dimasa depan. Untuk menguatkan serta memantapkannya, kita harus belajar dari guru-guru dan sumber sumber ilmu seperti, buku-buku serta pengalaman hidup baik dari kita sendiri maupun orang lain.”


3. Bercermin Diri

Sebuah kata bijak mengungkapkan “Apabila Anda tidak bisa melihat kekurangan diri sendiri, maka Anda tidak bisa melihat kelebihan orang lain” makna dari kata bijak ini adalah apabila kita tidak bisa menghargai diri sendiri, maka kita tidak bisa menghargai orang lain”. Dengan kata lain, harus selalu memperbaiki diri apa yang kita lakukan, apakah itu bermanfaat, atau malah menyusahkan orang lain.

4. Berlatih Hidup Secara Dewasa

Dalam kehidupan tidak hanya latihan kebugaran fisik ataupun latihan-latihan yang lainnya saja, tetapi juga melakukan latihan dari hal-hal kecil yang menunjang kita menuju dewasa dan melakukan perubahan ke arah yang lebih baik atau dalam bahasa islamnya (akhi dan ukhty) yaitu melakukan “hijrah”.

Adapun latihannya berupa melatih kesabaran, jangan memaksa diri sendiri dan orang lain, hilangkan rasa malas, serta mendekatkan kepada sang Kholik. Tidak jarang dari kita sering mendapatkan “teguran” sehingga dengan coba-cobaan itu kita menjadi dewasa. Tujuan cobaan itu menjadikan kita lebih kuat dari sebelumnya, sebuah pepatah mengatakan “ Apabila seseorang menerima sebuah cobaan sebesar kapal, jangan lupa nikmat Tuhanmu seluas samudra”.

KESIMPULAN

Dari ulasan diatas, menjadi seorang yang dewasa sebenarnya tidaklah sulit. Kita cukup taat beragama, menghormati kedua orang tua, bersyukur atas nikmat Allah, selalu introspeksi diri kita serta melakukan hal-hal yang merujuk ke sisi positif lainnya. Sebenarnya semua kembali kepada niat kita. Jika dari awal kita mempunyai niat dengan baik maka hasilnya pun akan baik, begitupun sebaliknya.


Berlangganan via Email